Porosnusantaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) melalui program beasiswa pendidikan tinggi. Program yang menjadi bagian dari 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik tersebut memberikan kesempatan kepada ASN untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral (S3), termasuk pendidikan dokter spesialis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan program beasiswa ASN Sejahtera telah dilaksanakan sejak 2025. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur di lingkungan pemerintah daerah serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memberikan kesempatan kepada ASN untuk memperoleh gelar akademik lebih tinggi. Pemerintah ingin memastikan pendidikan yang ditempuh benar-benar memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).
“Program ini memang sudah kita jalankan sejak tahun lalu. Memang jumlah penerimanya belum terlalu banyak karena kita sesuaikan dengan kebutuhan ASN yang mengikuti dan juga kemampuan anggaran yang tersedia,” ujar Sunggono, Senin (2/11/2026)
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima beasiswa. Salah satu yang utama adalah ASN harus terlebih dahulu dinyatakan lulus seleksi di perguruan tinggi yang menjadi tujuan pendidikannya.
Selain itu, kesesuaian bidang pendidikan dengan kebutuhan organisasi pemerintah daerah menjadi pertimbangan penting dalam menentukan prioritas penerima. Dengan demikian, program beasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional di sejumlah sektor pelayanan publik.
“Yang paling utama tentu mereka harus lulus tes di perguruan tinggi yang dituju. Kemudian pendidikan yang diambil harus linier dengan kebutuhan organisasi pemerintah daerah,” jelasnya.
Kebutuhan tenaga medis menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam program tersebut. Sunggono menyebut cukup banyak ASN yang berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis, terutama dari kalangan dokter yang bekerja di lingkungan Pemkab Kukar.
Di samping pendidikan dalam negeri, kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri juga telah diberikan. Salah satunya melalui pembiayaan pendidikan doktoral bagi seorang ASN yang saat ini menempuh studi di Jepang.
“Untuk pendidikan S3, ada juga ASN kita yang sudah dibiayai sampai ke Jepang. Jadi, memang kampus tujuan penerima beasiswa ini bermacam-macam, menyesuaikan bidang pendidikan yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Meski memberikan kesempatan hingga jenjang doktoral, Pemkab Kukar tetap menetapkan batas waktu pembiayaan. Masa pendidikan yang ditanggung pemerintah maksimal lima tahun sehingga penerima beasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studinya sesuai ketentuan.
Sunggono berharap jumlah ASN yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dapat ditingkatkan pada tahun berikutnya. Peningkatan tersebut tetap akan mempertimbangkan kebutuhan tenaga aparatur dan ketersediaan anggaran daerah.
“Harapan kita tentu tahun depan jumlahnya bisa ditingkatkan. Tetapi yang menjadi prioritas tetap pendidikan yang memang dibutuhkan pemerintah daerah, sehingga ilmu yang diperoleh bisa kembali dimanfaatkan untuk organisasi,” pungkasnya. (Adv)
Tulis Komentar