Iklan Dua

Puskesmas Jadi Ujung Tombak Sosialisasi PHBS hingga Desa dan Kelurahan di Kukar

$rows[judul]

Porosnusantaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengoptimalkan peran puskesmas untuk memperluas penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat. Seluruh puskesmas diarahkan aktif menyampaikan edukasi agar kebiasaan menjaga kesehatan dapat tumbuh hingga lingkungan keluarga.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan sosialisasi PHBS menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri. Karena itu, penyampaian informasi tidak boleh berhenti pada kegiatan penyuluhan sesaat.

“PHBS harus terus dikenalkan dan dibiasakan di tengah masyarakat. Kami sudah mengarahkan seluruh puskesmas agar tidak berhenti melakukan sosialisasi,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Menurut Ismi, puskesmas memiliki peran penting karena menjadi salah satu saluran pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Melalui fasilitas tersebut, informasi mengenai kebiasaan hidup sehat dapat disampaikan sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.

Materi edukasi yang diberikan juga tidak terbatas pada kebersihan lingkungan dan kebiasaan sehari-hari. Dinkes Kukar menyesuaikan pesan promosi kesehatan dengan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, termasuk ketika terjadi kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu kesehatan.

"Kami ingin pesan mengenai perilaku hidup sehat bisa menjangkau warga di wilayah masing-masing," tedang Ismi.

Salah satu contohnya ketika muncul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Dalam kondisi tersebut, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker, serta menutup jendela untuk membatasi masuknya debu dan asap.

“Ketika kondisi udara sedang terganggu akibat asap atau debu, masyarakat perlu lebih berhati-hati. Kalau tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar ruangan dikurangi. Penggunaan masker dan menjaga kondisi udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan,” jelasnya.

Selain itu, puskesmas juga didorong menyampaikan informasi mengenai perlindungan kesehatan ketika cuaca panas, termasuk penggunaan tabir surya untuk mengurangi dampak paparan sinar matahari.

Ismi menegaskan, keberhasilan sosialisasi PHBS tidak hanya diukur dari banyaknya informasi yang disampaikan. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pesan kesehatan tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin masyarakat tidak sekadar mengetahui apa itu perilaku hidup bersih dan sehat, tetapi juga menjadikannya bagian dari aktivitas sehari-hari. Karena itu, edukasi dan pemberdayaan masyarakat akan terus kami dorong,” pungkasnya.

Melalui penguatan peran puskesmas, Dinkes Kukar berharap jangkauan edukasi kesehatan semakin luas dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara mandiri terus meningkat. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)