Porosnusantaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu memastikan konsumen tetap bisa menemukan produk mereka setelah kegiatan bazar atau pameran berakhir. Salah satu cara sederhana yang didorong Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) adalah mencantumkan nomor kontak pemesanan pada setiap kemasan produk.
Tenaga Ahli Pendamping Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan DiskopUKM Kukar, Agus Sriyani, mengatakan informasi kontak menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran. Sebab, konsumen yang tertarik setelah mencoba produk saat event perlu memiliki akses untuk melakukan pembelian berikutnya.
Menurutnya, tidak sedikit konsumen yang membeli produk UMKM untuk dijadikan oleh-oleh. Ketika ingin membeli kembali untuk kebutuhan pribadi atau diberikan kepada orang lain, mereka membutuhkan informasi yang memudahkan untuk menghubungi produsen.
“Jangan sampai orang sudah suka dengan produknya, tetapi ketika ingin membeli lagi justru tidak tahu harus menghubungi siapa. Karena itu, nomor telepon atau kontak pemesanan sebaiknya selalu dicantumkan pada kemasan,” ujar Sriyani, Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan, pencantuman kontak dapat membantu membangun hubungan langsung antara pelaku usaha dan konsumen. Dengan begitu, transaksi tidak harus selalu bergantung pada keberadaan bazar maupun kegiatan promosi yang diselenggarakan pemerintah.
Konsumen yang pernah membeli produk juga berpeluang menjadi pelanggan berulang. Apalagi, apabila produk tersebut memiliki kualitas dan cita rasa yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sriyani mencontohkan, pembeli yang sebelumnya mendapatkan produk sebagai buah tangan bisa saja tertarik melakukan pemesanan kembali pada kesempatan lain. Nomor kontak yang tersedia membuat proses pembelian lebih praktis tanpa harus mencari penjual dari awal.
“Misalnya ada orang yang membeli makanan atau produk UMKM untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Ketika suatu saat ingin membeli lagi, mereka tidak perlu menunggu ada bazar. Cukup menghubungi nomor yang tertera di kemasan,” jelasnya.
DiskopUKM Kukar pun terus mengingatkan UMKM binaan agar tidak mengabaikan hal-hal sederhana yang mendukung keberlanjutan pemasaran. Informasi produk, identitas usaha, dan saluran pemesanan dapat menjadi sarana untuk mempertahankan konsumen.
Menurut Sriyani, keberhasilan mengikuti event seharusnya tidak hanya diukur dari banyaknya produk yang terjual selama kegiatan berlangsung. Kemampuan mendapatkan pembeli yang kemudian kembali bertransaksi juga menjadi bagian penting dalam perkembangan usaha.
“Kita ingin pembeli yang datang saat event tidak berhenti menjadi pembeli satu kali saja. Mereka harus punya cara untuk kembali mendapatkan produk tersebut, sehingga hubungan antara konsumen dan pelaku UMKM bisa terus terjaga,” pungkasnya. (Adv)
Tulis Komentar