Iklan Dua

Kopdes Merah Putih di Kukar Tak Harus Menunggu Gerai Rampung untuk Mulai Bergerak

$rows[judul]

Porosnusantaranews.com, KUTAI KARTANEGARA – Aktivitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak harus sepenuhnya menunggu pembangunan gerai selesai. Sejak kelembagaan terbentuk, koperasi sebenarnya sudah dapat mulai membangun jaringan kerja sama dan mempersiapkan kegiatan usaha. Langkah tersebut dinilai penting agar koperasi tidak memulai semuanya dari awal ketika fasilitas fisiknya sudah tersedia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan, pengembangan koperasi perlu dimulai melalui kemitraan dengan berbagai lembaga maupun pelaku usaha. Salah satu peluangnya adalah membangun hubungan kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang lebih dahulu mengelola potensi ekonomi di tingkat desa.

“Tidak perlu menunggu bangunannya selesai untuk mulai melakukan kegiatan. Sejak lembaganya terbentuk, pengurus sudah bisa menjajaki kerja sama, menyusun rencana usaha, dan membangun hubungan dengan pihak-pihak yang berpotensi menjadi mitra,” ujarnya, Minggu (8/11/2026).

Menurutnya, kolaborasi antara BUMDes dan koperasi dapat membuka ruang pengembangan usaha yang lebih luas. Kedua lembaga memiliki karakter kelembagaan berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memanfaatkan potensi ekonomi wilayah.

Pemerintah desa didorong mengambil peran sebagai penghubung agar peluang kerja sama tersebut dapat terwujud. Selain dengan BUMDes, koperasi juga berkesempatan menjalin kemitraan dengan perusahaan maupun pelaku dunia usaha yang beroperasi di sekitar desa.

Arianto menyebut, sudah terdapat koperasi yang mulai menjajaki kolaborasi dengan BUMDes meskipun gerai belum beroperasi. Bahkan, sejumlah koperasi telah memperoleh kesempatan terlibat dalam kemitraan dengan perusahaan melalui kontrak kerja tertentu.

“Sudah ada contoh koperasi yang mulai membangun kerja sama sebelum gerainya beroperasi. Ini menunjukkan bahwa kegiatan kelembagaan bisa dipersiapkan lebih awal, sehingga pembangunan fisik bukan satu-satunya ukuran dimulainya aktivitas koperasi,” jelasnya.

Selain membangun kemitraan, pengurus juga perlu memperluas partisipasi masyarakat. Warga diharapkan tidak hanya menjadi calon pengguna layanan, tetapi ikut bergabung sebagai anggota dan terlibat dalam kegiatan ekonomi koperasi.

Arianto menilai, partisipasi masyarakat akan menentukan seberapa jauh koperasi mampu berkembang. Masukan maupun kritik dari warga juga diperlukan untuk memperbaiki pengelolaan agar kegiatan usaha benar-benar sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.

"Persiapan jaringan anggota, pemetaan peluang usaha, dan komunikasi dengan calon mitra dapat dilakukan sejak sekarang," terang Arianto.

Dengan persiapan tersebut, KDKMP diharapkan sudah memiliki fondasi kegiatan usaha ketika gerai mulai difungsikan. Arianto ingin koperasi tumbuh melalui aktivitas ekonomi yang nyata, bukan sekadar menjadi lembaga yang terbentuk untuk memenuhi program pemerintah pusat.

“Kalau kemitraan sudah dibangun dan masyarakat ikut terlibat, koperasi akan lebih siap ketika fasilitasnya tersedia. Tujuan akhirnya bukan hanya memiliki gerai, tetapi menjadi lembaga yang mampu memenuhi kebutuhan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Video Terkait

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)